Yuk, Simak Perbedaan Batang Dikotil dan Monokotil Ini!

Perbedaan batang dikotil dan monokotil sebenarnya mungkin sudah dibahas atau dipelajari saat SMP atau SMA. Akan tetapi, tak banyak orang juga yang masih belum memahami perbedaan antara tumbuhan dikotil maupun monokotil ini. Dari pengertiannya saja, kedua jenis tumbuhan ini memiliki perbedaan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat ulasan pengertian dan ciri-ciri dari kedua macam tumbuhan ini:
perbedaan batang dikotil dan monokotil beserta gambarnya,secara morfologi,dalam hal ikatan pembuluhnya,akar dikotil dan monokotil,secara anatomi,fungsi batang,struktur,

1. Tumbuhan dikotil, adalah tumbuhan yang berbiji belah, bisa disebut juga tumbuhan berkeping dua. Dikotil mempunyai sepasang daun lembaga ketika pada tahap biji. Adapun ciri-ciri dari tumbuhan dikotil secara khusus adalah sebagai berikut :

• Pola bentuk sumsumnya dan pola tulang daunnya menjari atau menyirip.
• Akarnya berupa akar tunggang.
• Tumbuhan dikotil tak mempunyai tudung akar.
• Memiliki jumlah keping berbiji 2.
• Dikotil memiliki batang bercabang.
• Berkas pengangkut bertipe kolateral terbuka.
• Pembuluh pengangkutnya begitu teratur pada cincin atau lingkaran.
• Jumlah dari kelopak bunga terdiri dari 2,4, 5, atau berupa kelipatannya.
• Mempunyai 2 keping kotiledon.

Adapun contoh dari tumbuhan famili pada dikotil ini adalah Euphorbiaceae (singkong, karet dan para), Moraceae (beringin, keluwih dan nangka), Papilionaceae (kacang panjang, kacang tanah, kacang hijau dan orok-orok), Caesalpiniceae (kembang merak dan asam), Mimosaceae (putri malu, petai dan petai cina), Malvaceae (waru, kapas dan kembang sepatu), Bombacaceae (randu dan durian), Rutaceae (jeruk gulung, jeruk nipis dan jeruk keprok), dan Myrtaceae (cengkeh, jambu biji dan kayu putih).

2. Tumbuhan Motokotil, merupakan tumbuhan biji yang berkeping tunggal. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai 1 daun lembaga dengan biji tunggal, daun berseling, tulang daun berbentuk pita dan sejajar, dan berakar serabut. Tumbuhan monokotil disebut juga sebagai takson untuk berbagai sistem dari klasifikasi tumbuhan dengan nama Liliopsoda, Liliidae dan Mnocotyledoneae. Kelompok kelas Monokotul sendiri sesuai analisis filogeni bersifat holofiletik dan monofiletik. Adapun contoh dari tumbuhan ini adalah Liliaceae (lilia gereja dan kembang telang), Amaryllidaceae (sisal dan kantala), Poaceae (jagung, jawawut dan cantel), Zingiberaceae (laos, kunyit, jahe, dan kencur), Musaceae (pisang dan pisang manila), Aracaceae (kelapa sawit, aren, pinang dan kelapa), Orchidaceae (anggrek bulan) dan Araceae (sente, bentul dan talas). Adapun secara garis besarnya, contoh tumbuhan dari kelas monokotil ini meliputi suku padi-padian, anggrek-anggrekan, pinang-pinangan, bawang-bawangan, dan suku pisang-pisangan. 

Berdasarkan ulasan pengertian Monokotil dan Dikotil di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan batang dikotil dan monokotil, adalah pada tumbuhan monokotil bagian batang tak bercabang dengan pembuluh angkut yang tersebar serta tak memiliki kambium vaskuler maka tak bisa tumbuh membesar. Selain itu batang monokotil memiliki meristem interkalar, tak mempunyai jari-jari empulur dan juga tak bisa dibedakan antara empulur dan korteks. Sedangkan dikotil bagian batangnya bercabang, tidak memiliki meristem interkalar, pembuluh angkut teratur, memiliki kambium vaskuler dan bisa dibedakan antara empulur dan korteks. 

Ya, demikianlah ulasan lengkap mengenai perbedaan batang dikotil dan monokotil sebagai bahan referensi Anda. Semoga bermanfaat!